InidiaNews.com-Muba,— aktivitas Ilegal Refinery alias kilang minyak ilegal di Musi Banyuasin (Muba) makin menjamur, tindakan tegas aparat penegak hukum beluk terlihat, bahkan operasi penertipan tim gabungan beberapa waktu lalu sepertinya formalitas saja dan perlu dipertanyakan.
diduga dibalik operasi itu banyak aparat yang ikut bermain, hal ini dapat dilihat dibeberapa kecamatan aktivitas penyulingan minyak ilegal Refinary masih berjalan lancar sehingga menyebabkan dibeberapa titik terjadi kebakaran, seperti yang terjadi baru baru ini di Kecamatan Babat Toman di dusun 9 Desa Toman atau KM 2 pada masakan milik D warga Karang Ringin, Jum’at 3 Juli 2026.
Sebelumnya terjadi juga kebakaran di Masakan milik LM, di Kecamatan Babat Toman tepat nya di KM 6, pada Jum’at 26 Juni 2026.
Kebakaran juga terjadi pada Kecamatan Sanga Desa tapat nya di Desa Keban 1, pada hari Jum’at 12 Juni 2026. Selang beberapa hari menyusul kebakaran sumur minyak ilegal ini di Desa Keban 1 terjadi pada, Kamis 25 Juni 2026. Sumur minyak terbakar terletak di lahan milik RD dan pemilik bor yang terbakar itu milik RN Warga Musi Rawas.
Kebakaran juga terjadi di Kecamatan Bayung Lincir atau sering disebut Simpang Patin, Desa Mekar Jaya. Sabtu 27 Juni 2026 dan menyusul juga kebakaran di Desa Berdikari, kecamatan Bayung Lincir pada 28 Juni 2026 kejadian serupa kembali terjadi kebakaran Refenery Sabtu 4 Juli 2026 berlokasi di Simpang Bayat. Kecamatan Bayung Lincir.
Dari rentetan kejadian itu sempat dibantah oleh pihak Polres Muba, mengenai adanya korban jiwa akibat kebakaran tersebut .
Seperti disampaikan oleh Kasi Humas Polres Muba AKP S Hutahaen mengatakan, sumur bor minyak masyarakat yang terbakar itu merupakan milik R yang sebelumnya telah diinventarisasi dan didata secara mandiri oleh UMKM PT Keban Berkah Energy (KBE).
pada 10 April 2026, sumur tersebut telah melalui proses verifikasi oleh Medco Energi E&P Gresik Ltd yang dituangkan dalam Berita Acara tertanggal 10 April 2026 dengan Nomor: 111 KBN1-043.
Lokasi sumur bor itu sendiri berada pada titik koordinat 103.505595, -2.694175. Dan pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dalam keterangan persnya.
Namun beberapa kejadian tersebut dibenarkan oleh para kapolsek dengan nada yang sama ,”, Terimakasih atas informasinya dan anggota sudah ke TKP untuk melakukan lidik perkara yang akan segera dilimpahkan ke pihak unit Pidsus Polres Muba,”kata beberapa Kapolsek.
Disinilah terlihat dari insiden kebakaran ini dapat dilihat aktivitas penyulingan minyak di Musi Banyuasin masih berjalan lancar, dan tentunya menjadi pertanyaan dari berbagai pihak.
Sementara Kapolsek Babat Toman, Kapolsek, Sanga Desa dan Kapolsek Bayung Lencir senada mengakui atas kejadian insiden kebakaran di wilayah hukum nya masing – masing dan perkara itu sudah naik Lidik dan diserakan kepada kepihak pidsus Polres Musi Banyuasin ungkapnya.(01)













