InidiaNews.com-OGAN ILIR- Wakil Bupati (Wabup) Ogan Ilir H Ardani SH MH memimpin rapat pembahasan progres Inovasi Daerah ,berlangsung diruang Rapat Utama Komplek Perkantoran Terpadu Tanjung Senai Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Rabu 15 Juli 2026.
Turut hadir dalam rapat pembahasan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Ogan Illr Dicky Syailendra S.Sos.
Dalam kesempatan tersebut Wabup Ogan Illr mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir terus menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperkuat ekosistem inovasi daerah.
Dengan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Ogan Ilir diselenggarakan Rapat Pemaparan Progres Pelaporan Inovasi Daerah pada Aplikasi Indeks Inovasi Daerah (IID) Kementerian Dalam Negeri Tahun 2026.
Dalam rapat tersebut juga dihadiri para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah termasuk Camat, Kepala Bagian lingkup Sekretariat Daerah, seluruh Pamong Inovasi Perangkat Daerah, serta para inovator yang menjadi bagian penting dalam pengembangan inovasi di Kabupaten Ogan Ilir.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap progres pelaporan inovasi daerah, sekaligus memperkuat sinergi antarperangkat daerah dalam memenuhi seluruh indikator penilaian pada aplikasi IID Kemendagri.
Pelaporan inovasi daerah tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai sarana untuk menunjukkan berbagai terobosan, kreativitas, dan perbaikan layanan yang telah dihasilkan oleh perangkat daerah.
Dalam paparannya, Kepala BRIDA Kabupaten Ogan Ilir menyampaikan perkembangan pelaporan inovasi daerah hingga H+22 sejak kick-off dimulainya pelaporan pada tanggal 23 Juni 2026 yang lalu.
Berdasarkan hasil monitoring, progres penginputan eviden indikator inovasi masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi jumlah inovasi yang dilaporkan maupun kelengkapan eviden pendukung sesuai standar penilaian Kementerian Dalam Negeri.
Kepala BRIDA juga memaparkan berbagai langkah percepatan yang telah dilakukan, mulai dari pendampingan teknis, koordinasi intensif dengan Pamong Inovasi maupun inovator, hingga pelaksanaan desk pelaporan secara berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan mampu memastikan setiap inovasi yang telah dilaksanakan dapat terdokumentasi dengan baik, memiliki eviden yang lengkap, dan memperoleh nilai optimal dalam penilaian Indeks (01)












