InidiaNews.com-OGAN ILIR-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Ilir mengambil langkah proaktif guna melindungi kesehatan masyarakat dan petugas lapangan dari ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Langkah konkret ini diwujudkan melalui kunjungan strategis Kepala Dinkes Ogan Ilir, drg. Suryadi Muchzal, M.Kes., ke Polres Ogan Ilir pada Senin 21 September 2026 untuk menyalurkan 1.000 masker sekaligus memperkuat sinergi penanganan dampak asap di lapangan.
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh drg. Suryadi Muchzal ini diterima oleh Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H.
Pertemuan keduanya menjadi momentum penting bagi Dinkes Ogan Ilir untuk menegaskan komitmennya dalam mengawal aspek kesehatan di tengah situasi rawan bencana kabut asap.
Sebagai lini terdepan urusan kesehatan publik, Dinkes Ogan Ilir memastikan ketersediaan logistik medis bagi personel kepolisian yang berjibaku memadamkan api.

Selain menyalurkan bantuan awal berupa 1.000 masker, Dinkes juga menyatakan kesiapannya untuk menyuplai vitamin dan obat-obatan tambahan demi menjaga imunitas tim satgas Karhutla dan warga terdampak.
Langkah pencegahan ini menjadi krusial mengingat paparan asap Karhutla secara langsung dapat memicu lonjakan kasus gangguan pernapasan.
Melalui kerja sama ini, tim Dokkes Polres Ogan Ilir akan mendapat dukungan penuh dari fasilitas kesehatan di bawah naungan Dinkes untuk penanganan medis yang cepat dan terukur.
Selain fokus pada penanggulangan Karhutla, Dinkes Ogan Ilir juga memanfaatkan kolaborasi ini untuk memperluas jangkauan program kesehatan nasional di wilayah Ogan Ilir. Dua agenda besar yang dibahas
Yakni Cek Kesehatan Gratis (CKG): Dinkes dan Polres akan berkolaborasi menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan berkala bagi masyarakat luas sebagai upaya deteksi dini penyakit.
Makan Bergizi Gratis (MBG): Dinkes Ogan Ilir mengambil peran pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program makanan bergizi. Penguatan koordinasi disepakati guna mengantisipasi, mendeteksi, dan menangani secara cepat jika ditemukan kasus kedaruratan medis seperti dugaan keracunan makanan.
Dalam pertemuan yang berlangsung intensif tersebut, Dinas Kesehatan Ogan Ilir juga menawarkan program peningkatan kapasitas berupa pelatihan penanganan kegawatdaruratan medis.
Pelatihan ini dirancang khusus bagi personel kepolisian, terutama satlantas dan petugas lapangan, agar memiliki keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama (First Aid) kepada korban kecelakaan lalu lintas sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan perhatian besar yang ditunjukkan oleh Dinas Kesehatan Ogan Ilir. Menurutnya, dukungan logistik, medis, dan program pelatihan yang ditawarkan Dinkes akan sangat membantu mengoptimalkan performa personel di lapangan serta menjamin keselamatan masyarakat.
Sinergi yang digagas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir bersama Polres ini diharapkan dapat menjadi pola penanganan bencana dan pelayanan publik yang lebih responsif, cepat, dan terintegrasi di masa mendatang.(01)







