InidiaNews.com-OGAN ILIR – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ogan Ilir menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Ogan Ilir, Senin 21 September 2026.
Massa menuntut evaluasi total terhadap kinerja para wakil rakyat yang dinilai minim kontribusi menjelang dua tahun masa jabatan mereka.
Aksi yang dimulai sejak pukul 10.30 WIB ini dikawal ketat oleh personel Polres Ogan Ilir secara humanis. Di bawah pimpinan Koordinator Aksi (Korak) Aji Annasri dan Koordinator Lapangan (Korlap) Deden, massa membentangkan spanduk tuntutan serta menggunakan pengeras suara untuk menyuarakan rapor merah Kepada anggota legislatif Ogan Illr .
Dalam orasinya, PMII melemparkan sejumlah rapor kritis terkait fungsi dan tanggung jawab DPRD Ogan Ilir. Mahasiswa mempertanyakan transparansi realisasi perjalanan dinas anggota dewan, ketepatan fungsi pengawasan, hingga sejauh mana komitmen parlemen dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
Tidak hanya masalah internal, PMII juga menuntut peran nyata DPRD dalam menanggulangi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kerap menyelimuti wilayah Ogan Ilir. Mereka mendesak adanya keterbukaan informasi publik serta tindak lanjut yang konkret atas keluhan masyarakat.
Aspirasi mahasiswa akhirnya direspons langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir, H Edwin Cahya Putra SIP, didampingi anggota dewan Amir Hamzah, S.H., yang menemui massa sekitar pukul 11.00 WIB.
Edwin mengapresiasi jalannya demonstrasi yang berlangsung tertib dan berjanji akan menjadikan kritik tersebut sebagai bahan evaluasi internal.
Menjawab keresahan terkait Karhutla, Edwin memaparkan bahwa pihaknya tengah mendorong program mitigasi bersama pemerintah daerah, termasuk penyediaan sumur bor di titik-titik rawan untuk mengatasi kendala minimnya sumber air di lapangan.
“Kami juga mendorong perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah rawan untuk menyiapkan sarana pemadam mandiri, seperti mobil tangki dan mesin pompa air,” ujar Edwin di hadapan massa aksi.
Ia menambahkan, DPRD menaruh perhatian besar pada dampak kesehatan warga akibat buruknya kualitas udara dan terus mendesak penguatan layanan kesehatan bagi korban terdampak asap.
Aksi penyampaian pendapat ini berakhir dengan tertib pada pukul 12.30 WIB. Kelancaran jalannya aksi tidak lepas dari strategi pengamanan Polres Ogan Ilir yang mengedepankan pendekatan persuasif sejak apel kesiapan yang dipimpin Kabag Ops AKP Alias Suganda, S.H., M.Si.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polri berkomitmen penuh menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum selama mematuhi koridor hukum dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Hingga massa membubarkan diri, situasi di sekitar kompleks DPRD terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu aktivitas warga sekitar (01)







