Pengurus MUI 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Usulan Kantor Permanen Jadi Catatan Khusus Pemerintah

Pengurus MUI 2026-2031 Resmi Dikukuhkan oleh Ketua Umum MUI Sumsel Dr H Supadmi Kohar 

 

InidiaNews.com-OGAN ILIR – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Ilir Masa Khidmat 2026-2031 resmi dikukuhkan pada Kamis 29 Oktober 2026.

Prosesi khidmat yang mengusung tema “Sinergitas Peran Ulama dalam Mendukung Akselerasi Terwujudnya Ogan Ilir SMART” ini berlangsung di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Ogan Ilir.

Acara sakral tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, SH., MH., jajaran Forkopimda dari unsur Kodim dan Polres, serta para tokoh agama dan pimpinan pondok pesantren.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris Umum MUI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kiai Mahmudin, S.Ag., M.Si.

Setelah itu, Ketua Umum MUI Prov. Sumsel, Dr. H. Supadmi Kohar, M.M., secara resmi mengukuhkan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Dr. KH. Nurhasan, M.Ag., sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Ogan Ilir.

Wabup Ogan Ilir H.Ardani, Ketua Umum MUI Provinsi Sumsel Dr Supadmi Kohar beserta undangan

Ketua Umum MUI Ogan Ilir, Dr. KH. Nurhasan, M.Ag., menegaskan komitmennya untuk membawa MUI tetap konsisten berkhidmat bagi umat.

Ia berkelakar mengenai struktur kepengurusan saat ini yang justru bertambah gemuk menjadi 90 orang, meskipun awalnya berencana dirampingkan.

“Meskipun ini pengurus baru rasa stok lama, kami berkomitmen penuh mendukung visi dan misi Ogan Ilir SMART. Terkait efisiensi anggaran, kami berharap agar diberikan dana hibah, termasuk dibuatkan pakaian jas lengkap,” candanya tapi serius

KH. Nurhasan juga menyampaikan harapan besar agar Pemkab Ogan Ilir dapat membangun kantor permanen sebagai ‘rumah besar’ para ulama. Terlebih, saat ini sudah ada lahan hibah yang disiapkan dari almarhum H.M. Berkat.

Wabup Ogan Ilir H.Ardani tengah memberikan kata sambutan

Ketua Umum MUI Sumsel, Dr. H. Supadmi Kohar, M.M., mengingatkan bahwa amanah dalam MUI bukanlah tempat mencari ketenaran, melainkan sarana mencari rida Allah SWT dan menyelesaikan masalah umat.

Ia menekankan pentingnya menjaga jalur komunikasi agar tidak terjadi misinformasi dalam berorganisasi.

“MUI harus menjadi rumahnya umat, tempat bertanya dan menyelesaikan masalah. Niat yang bagus tanpa komunikasi dan koordinasi yang baik bisa menimbulkan salah paham. Oleh karena itu, kedepankan selalu silaturahmi,” pesan Supadmi.

Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, SH., MH., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang tinggi atas terbentuknya kepengurusan yang baru.

Merespon usulan dari Ketua MUI, Wabup memastikan pemerintah daerah akan mengkaji hal tersebut sesuai regulasi yang berlaku.

“Usulan mengenai pembangunan kantor dan mekanisme hibah tadi sudah saya simpan di dalam hati. Kami akan segera mendiskusikannya dengan Pak Sekda untuk kemudian disampaikan langsung kepada Pak Bupati. Semua langkah anggaran tentu harus dikonsultasikan dengan BPKP agar berjalan sesuai aturan,” ungkap Ardani.

Ardani juga memuji kiprah MUI Ogan Ilir selama lima tahun terakhir yang dinilai sangat kompak, sinergis, dan selalu hadir memberikan pencerahan serta solusi di tengah masyarakat.

Ia berharap kepengurusan periode ini mampu melahirkan program kerja yang nyata demi meningkatkan ukhuwah Islamiyah di Bumi Caram Seguguk.

Acara ditutup dengan momen penuh apresiasi melalui pemberian penghargaan dari MUI kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir atas perhatian dan dukungan penuhnya selama ini, yang diterima langsung oleh Wakil Bupati H. Ardani.

Selain itu, penghargaan khusus juga dianugerahkan kepada sejumlah tokoh agama dan masyarakat, termasuk pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum (PPRU) Saka Tiga dan Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, atas kontribusi besarnya dalam syiar Islam dan pendidikan di Ogan Ilir. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru