InidiaNews.com-OGAN ILIR — Tragedi berdarah menggemparkan warga Desa Muara Penimbung Ilir, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir pada Minggu 11 Oktober 2026.
Seorang ayah berinisial SP (48 tahun) meregang nyawa setelah dihujani tusukan oleh anak kandungnya sendiri, AN (30 tahun), saat mencoba melindungi Kepala Desa (Kades) setempat dari amukan pelaku.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika Kades Muara Penimbung Ilir, NP (42 tahun), sedang duduk santai di depan rumah korban. Tanpa diduga, AN datang membawa senjata tajam dan langsung menyerang NP.
Hubungan antara pelaku dan Kades sendiri diketahui masih merupakan saudara sepupu.
Melihat sang Kades diserang dan sempat terkena satu tusukan, SP yang berada di lokasi langsung bertindak sigap.
Demi menyelamatkan nyawa kadesnya, sang ayah langsung memeluk tubuh AN dari belakang untuk menghentikan aksi brutal tersebut.
Namun nahas, aksi heroik itu justru membuat amarah AN berbalik. Pelaku justru berbalik menyerang sang ayah secara membabi buta menggunakan pisau bergagang cokelat yang dipegangnya.
Akibat serangan membabi buta tersebut, SP menderita lima luka tusuk di sekujur tubuhnya. Warga yang melihat kejadian itu langsung melarikan kedua korban ke RS Ar-Royyan Indralaya.
Sayangnya, karena kehilangan terlalu banyak darah, nyawa sang ayah tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, Kades NP yang mengalami satu luka tusuk langsung dirujuk ke RSRK Charitas Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Mendapat laporan warga, Unit Reskrim Polsek Indralaya bergerak cepat. Polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berhasil mengamankan terduga pelaku tanpa perlawanan berarti.
“Terduga pelaku berinisial AN saat ini telah kita amankan di Mapolsek Indralaya beserta barang bukti sebilah senjata tajam,” ujar Kapolsek Indralaya, IPTU Rangga Saputra, S.H, M.H, melalui Kanit Reskrim, IPDA Indra Gunawan, A.Md, S.H, M.Si.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan monitoring di sekitar lokasi kejadian guna memastikan situasi tetap kondusif, sembari mendalami motif di balik aksi nekat pelaku. (01)











