InidiaNews.com-MERAK – Suasana mencekam menyelimuti perairan Selat Sunda ketika Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi dilaporkan terbakar di dekat Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa sore, 20 Oktober 2026.
Di antara ratusan penumpang yang dilanda kepanikan, terdapat empat Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Ogan Ilir yang tengah berada di dalam kapal tersebut.
Beruntung, keempat abdi negara yang sedang melaksanakan perjalanan dinas tersebut dilaporkan selamat tanpa luka.
Kepala BKPSDM Pemkab Ogan Ilir, Dr. H. Wilson Effendi, S.H., M.Si., mengonfirmasi bahwa para pegawainya, termasuk dua di antaranya yang bernama Meiladi dan Linda, berhasil dievakuasi dengan selamat dari kapal naas milik PT ASDP Indonesia Ferry tersebut.
“Saya sudah menerima informasi tersebut. Benar, ada empat pegawai kita dari BKPSDM yang sedang melaksanakan tugas dinas ke Kemendagri dan BKN. Saat kapal hendak merapat di Pelabuhan Merak, terjadi kebakaran. Alhamdulillah, keempat pegawai kita semuanya selamat,” ujar Wilson saat dihubungi melalui telpon genggamnya Selasa malam 20 Oktober 2026.

Meiladi ketika dikonfirmasi melalui pesan singkatnya mengaku “Alhamdulillah kami selamat,”katanya.
Peristiwa kebakaran bermula ketika KMP Batumandi yang melayani rute Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak bertolak sekitar pukul 14.52 WIB.
Namun, saat sedang melakukan olah gerak untuk bersandar di Dermaga VI sekitar pukul 16.00 WIB, kepulan asap hitam pekat mendadak muncul dari bagian buritan di dek atas tempat kendaraan kecil.
Lokasi kebakaran tepat berada di belakang Pulau Kecil Merak, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, membenarkan kejadian darurat tersebut dan menyatakan bahwa petugas gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan penyelamatan darurat.
Evakuasi Dramatis Tanpa Korban Jiwa
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Ratusan penumpang diturunkan dari kapal ro-ro tersebut menggunakan kapal-kapal kecil milik petugas dan nelayan sekitar demi menghindari kobaran api yang terus membesar.
Berkat kesigapan tim gabungan dari Basarnas, BPBD, Ditpolairud Polda Banten, serta bantuan warga setempat, seluruh penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan. Hingga berita ini diturunkan, manifest penumpang (berkisar antara 89 hingga 184 orang) masih dalam proses pendataan akhir oleh pihak berwenang, dan dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Pihak kepolisian bersama instansi terkait juga masih menyelidiki penyebab pasti dari munculnya titik api di atas kapal tersebut. (01)











