SMAN 1 Indralaya Utara Gelar Belajar Daring Terbatas, Termasuk Sekolah di Tiga Kecamatan Kabupaten Ogan Ilir

InidiaNews.com- OGAN ILIR– Dampak asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, belakangan ini membuat kualitas udara menjadi kurang sehat, bahkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Ogan Ilir diatas 200, yang menunjukkan sangat tidak sehat.

Kondisi lingkungan yang tidak sehat ini, membuat pihak Lembaga sekolah pendidikan tingkat atas (SLTA) mengambil kebijakan dengan melaksanakan belajar system daring terbatas.

Keputusan pelaksanaan belajar daring terbatas juga mengacu surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel yang telah dikeluarkan per 31 Agustus 2026, termasuk anjuran dan himbauan dari Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) Kabupaten Ogan Ilir.

“Mulai hari ini Rabu, 16 September 2026, seluruh siswa SMAN 1 Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir melaksanakan belajar daring,’’kata Kepala SMAN 1 Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Hapiyuddin S.Pd, M.Pd, Rabu ,16 September 2026 kepada wartawan media ini .

Dikatakan Hapiyuddin, ada sebanyak 498 siswa SMAN 1 Indralaya Utara melaksanakan belajar daring,’’Karena sekolah kita ini berasrama, ada 149 siswa belajar daring di asrama. Sedangkan sebanyak 350 siswa belajar daring masing-masing dirumah tempat tinggalnya,’’terang Hapiyuddin.

Dilanjutkan Hapiyuddin, pelaksanaan belajar daring ini akan dilihat setiap harinya, dengan melihat dan memperhatikan perkembangan situasi kualitas udara.

“Hari ini bisa jadi belajar daring, besok atau lusa belum tentu dilaksanakan belajar daring, tentu akan memperhatikan perkembangan situasi kualitas udara setiap harinya,’’kata Hapiyuddin.

Sedangkan untuk tenaga pendidik dan staf, tetap masuk kerja, meski siswa belajar daring,’’Termasuk saya sendiri sebagai Kepala SMAN 1 Indralaya tetap masuk, meski belajar daring,’’ujar Hapiyuddin yang mengaku juga kurang sehat akibat kondisi udara saat ini.

Terkait dengan makan bergizi gratis (MBG), pihaknya tetap berkoordinasi dengan pihak SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi),agar pengiriman MBG disesuaikan dengan jumlah siswa yang tinggal di arama,’’Kami tetap berkoordinasi SPPG agar MBG yang dikirim disesuaikan dengan jumlah siswa yang di asrama saja, sedangkan siswa yang belajar daring dirumah masing-masing tidak mendapatkan’’ucapnya .

Terpisah Ketua MKKS Kabupaten Ogan Ilir, Zul Iskandar M.Pd mengatakan, untuk pelaksanaan belajar daring terbatas tidak seluruh atau semua SMAN dan Swasta di Kabupaten Ogan Ilir yang melaksanakannya.

“Diwilayah Kabupaten Ogan Ilir tidak semua kondisi udara buruk sesuai dengan ISPU yang dikeluarkan, seperti di Kecamatan Muara Kuang , udaranya cukup baik, sehingga SMA disana tidak melaksanakan belajar daring,’’kata Zul Iskandar.

Untuk di Kabupaten Ogan Ilir ada tiga Kecamatan dari 16 Kecamatan dengan kondisi udarannya kurang baik, yakni Kecamatan Indralaya , Kecamatan Indralaya Utara dan Kecamatan Indralaya Selatan.

“Nah SMA yang berada di tiga Kecamatan tersebut melaksanakan belajar daring termasuk SMAN 1 Indralaya Selatan tempat saya sebagai Kepala Sekolahnya, mulai melaksanakan belajar daring terbatas, terhitung hari ini Rabu, lanjut Kamis dan Jumat, untuk hari selanjutnya akan kita lihat situasi dan kondisi udara ’’tukas Zul Iskandar (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *