INIDIANEWS.COM– Masih ingat dengan robohnya jembatan di Desa Lubuk Rukam Kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir hingga dua kali terjadi.
Pertama ambruk pada Kamis 22 Januari 2026 , lalu oleh dinas PUPR Pemkab Ogan Ilir dilakukan perbaikan, namun setelah perbaikan selesai, keesokan harinya pada Minggu 16 Februari 2026 kembali ambruk hingga hampir seluruhnya.
Diduga roboh dan ambruknya Jembatan Desa Lubuk Rukam yang terbuat dari bahan tiang dan lantai dari besi ini, selain karena sudah rapuh karena dimakan usia, disisi lain tidak mampu menahan tekanan rumput air berupa kumpai dan eceng gondok yang hanyut didorong oleh tekanan air sungai.
Nah kabar terbaru dari anggota DPRD Ogan Ilir Politisi Partai Hanura Dapil III Raden Ayu Amrina Rosada menyebutkan, jembatan Desa Lubuk Rukam bakal dianggarkan sebesar Rp 7 Miliar bersumber dari anggaran Tanggap Darurat.
“Informasinya Jembatan Desa Lubuk Rukam yang roboh dianggarkan Rp 7 miliar bersumber dari dana Tanggap Darurat, coba cek ke BPBD Pemkab Ogan Ilir, dan akan kita kawal proses perbaikan jembatan ini ,’’kata Amrina.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Ogan Ilir , Drs Edi Rahmat MSi ketika ditemui diruang kerjanya mengatakan, memang informasinya jembatan Desa Lubuk Rukam yang roboh akan dianggarkan dari dana Tanggap Darurat sebesar Rp 7 miliar.
“Sumber dananya dari APBN yakni Balai Besar, bukan APBD Ogan Ilir,’’kata Edi Rahmat.
Kalau yang bersumber dari dana APBD Pemkab Ogan Ilir yakni perbaikan jembatan Desa Muara Kumbang, dianggarkan Rp 1 Miliar,’’Awalnya dianggarkan Rp 400 juta, karena kondisi kerusakan cukup parah dan dirasakan anggaran itu kurang, maka ditambah Rp 600 juta, sehingga totalnya Rp 1 miliar,’’jelas Edi Rahmat.
Namun secara terpisah Sekretaris BPBD Pemkab Ogan Ilir Yeni Novitasari mengatakan, bahwa soal perbaikan jembatan itu ranahnya bukan BPBD, melainkan Dinas PUPR,’’Silakan ke PUPR ,karena mereka yang lebih tahu,’’pintanya (01)













