INIDIANEWS.COM– Ditengah sulitnya cari pekerjaan, justru pihak perusahaan mendatangkan tenaga kerja asing (TKA) ketimbang tenaga local.
Seperti di lakukan perusahaan PT Sumatera Prima Fiberboad (SPF) di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang bergerak dibidang Medium Density Fibreboard (MDF).
Akibat mendatangkan TKA, PT SPF sempat disorot oleh anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir,”Saat ini di PT SPF ada 80 TKA (Tenaga Kerja Asing) dari Cina, tolong untuk dinas terkait agar ditindak lanjuti,” ungkapnya Huzaimi Mahdad di sela-sela rapat Paripurna DPRD Ogan Ilir, Kamis 09 April 2026.
Menurut Politisi Partai Gerindra ini, jika memang benar PT SPF ini mendatangkan 80 TKA dari Cina, sungguh sangat ironis, disaat banyak warga Ogan Ilir yang masih mengganggur dan sulit untuk mendapatkan pekerjaan.
Sayangnya ungkapan tersebut, tidak langsung ditanggapi oleh Ketua DPRD Ogan Ilir H Edwin Cahya Putra saat memimpin sidang Paripurna, begitu juga Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar yang ikut hadir dalam sidang paripurna tersebut hingga sidang Paripurna di tutup .
Terpisah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Ogan Ilir Amrullah ketika ditemui diruang kerjanya mengatakan, pihaknya sempat dipanggil oleh Bupati mengenai adanya dugaan PT SPF mendatangkan tenaga kerja asing (TKA).
Menurut Amrullah, pihaknya dalam waktu dekat , akan melakukan Sidak ke PT SPF tersebut Bersama anggota DPRD Ogan Ilir,’’Kita sudah menjanjikan akan melakukan sidak bersama anggota DPRD Ogan Ilir,’’kata Amrullah.
Namun berdasarkan data sebelumnya, bahwa di PT SPF hanya 2 orang TKA,’’Dan kalau saat ini ada penambahan, jumlahnya bukan 80 orang melainkan 8 orang TKA,’’katanya .
Penambahan jumlah TKA tersebut, karena saat ini PT SPF tengah mengembangkan perusahaannya dengan membeli mesin pabrik dari Cina.
‘’Mesin Pabrik ini tentu tidak bisa dipasang oleh tenaga lokal, melainkan oleh pihak teknisi Cina yang mengerti, kemungkinan 8 orang TKA Cina yang memasang mesin pabrik tersebut ,nanti setelah selesai kemungkinan mereka akan kembali lagi, karena bukan tenaga asing yang menetap,’’ujarnya .(01)







