Perkuat Ukhuwah, Musda IV MUI Ogan Ilir Resmi Digelar untuk Susun Kepengurusan 2026-2031

InidiaNews.com-OGAN ILIR – Momentum penting bagi keberlanjutan kepemimpinan umat di Kabupaten Ogan Ilir resmi dimulai. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Ilir menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV Tahun 2026. Forum ini menjadi ruang strategis konsolidasi sekaligus penataan kepengurusan baru untuk periode masa khidmat 2026-2031.

Acara Musda IV MUI berlangsung di Aula Gedung UQI (Universitas Al-Qur’an) Indralaya, Sabtu, 26 September 2026.

Ketua Panitia Pelaksana Musda IV, Dr. Zaimuddin Al-Hafidz, M.S.I., menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas pergantian pengurus. Musda ini dirancang sebagai wadah bagi para ulama, pengurus, utusan kecamatan, dan tokoh agama untuk menyatukan gagasan demi menjawab kebutuhan umat yang semakin dinamis.

“Alhamdulillah, seluruh panitia terus berikhtiar mempersiapkan Musda ini sebaik mungkin. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, khidmat, dan menghasilkan keputusan terbaik melalui musyawarah serta semangat kebersamaan,” ujar Zaimuddin.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut program MUI ke depan agar tetap relevan dalam memberikan bimbingan keagamaan serta berkontribusi pada kemaslahatan masyarakat dan pembangunan daerah.

Ketua Umum MUI Kabupaten Ogan Ilir Ketua Umum Dr. KH. Nurhasan, S.Ag., M.Ag, mengatakan pelaksanaan Musda IV ini sempat tertunda dimana masa berakhir jabatan dirinya dan pengurus lainnya pada Agustus 2026 lalu, selain itu menyesuaikan jadwal dan faktor pendanaan.

Selain itu, panitia menyelaraskan waktu agar kegiatan ini dapat dihadiri langsung oleh pengurus baru MUI Provinsi Sumatera Selatan yang baru saja dilantik pada 23 September 2026 kemarin.

Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, H. Abi Bakrin Siddik, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya Musda ini. Pemerintah daerah menegaskan pentingnya peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun kehidupan masyarakat. Musda ini menjadi momentum penting untuk evaluasi pengurus sebelumnya, sekaligus memperkuat peran dan kontribusi MUI dalam menjaga keharmonisan dan menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat,” tutur Abi Bakrin Siddik.

Sementara Musda IV Ogan Ilir ini terasa spesial karena menjadi agenda daerah pertama yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Selatan yang baru, Dr. H. Supadmi Kohar, M.M., sejak dirinya resmi dilantik.

Dalam sambutan dan pembekalannya, Supadmi Kohar memberikan pesan mendalam bagi para calon pengurus yang akan menakhodai MUI Ogan Ilir bersama Ketua Umum Dr. KH. Nurhasan, S.Ag., M.Ag.

Ia mengibaratkan kepengurusan MUI seperti bangunan yang tersusun rapi, saling menguatkan, dan tidak saling menonjolkan diri.

“Kalau berbicara harus memiliki argumentasi yang kuat, jangan asal bicara sebagai pemimpin. Harus pandai-pandai di MUI,” tegas Supadmi Kohar.

Ia juga mengingatkan agar para ulama dan pengurus MUI selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat umat sedang mengalami kesulitan atau menghadapi krisis akidah.

Menurutnya, sosok yang terpilih menjadi pengurus nantinya haruslah orang yang menempatkan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi.

“Orang yang terpilih adalah mereka yang selalu memikirkan umat, kuat, dan dapat dipercaya. Terpilih bukan karena merasa hebat, tetapi karena ketetapan Allah. Jadikan ini sarana untuk mencari rida Allah. Pertanyaannya bukan apa yang kita dapatkan dari MUI, melainkan apa yang bisa kita berikan untuk MUI,” pungkasnya.

Melalui Musda IV ini, MUI Kabupaten Ogan Ilir diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang amanah, responsif terhadap perkembangan zaman, serta terus memperkokoh komunikasi dan sinergi baik dengan pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *