InidiaNews.com-OGAN ILIR– Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus berupaya mendorong dan memperkenalkan keberadaannya kepada generasi muda.
Demikian disampaikan Ketua ORARI Sumsel Komarudin dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ORARI Sumatera Selatan yang digelar di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Minggu 6 September 2026.
Dikatakan Komarudin, ORARI merupakan organisasi resmi para penggemar radio amatir yang didirikan pada 9 Juli 1968. Di Sumatera Selatan, termasuk Ogan Ilir, organisasi ini masih aktif menjalankan kegiatan komunikasi dan kebencanaan.
Menurut Komarudin, salah satu peran utama ORARI adalah sebagai pendukung komunikasi darurat.
“ORARI senantiasa membina komunikasi darurat seperti saat terjadi bencana alam. Saat gempa, banjir, radio amatir sering jadi garda terdepan karena tidak tergantung pada internet dan telepon seluler,” ujar Komarudin.
Ia menambahkan, pola komunikasi ORARI bersifat interaktif dan diarahkan untuk mencari solusi atas persoalan di lapangan.
“Contohnya di Ogan Ilir saat ini ada kebakaran lahan. Kami bertanya kepada masyarakat tentang penyebab, fenomena, pencegahan, serta penanggulangannya,” katanya.
Dari sisi teknis, Komarudin menjelaskan radio amatir tidak memerlukan pulsa atau jaringan internet. Perangkat ini menggunakan energi baterai dan antena, sehingga dapat beroperasi tanpa aliran listrik.
“Era digital saat ini tidak menggerus keberadaan radio. Media komunikasi konvensional dan modern justru saling melengkapi untuk menyampaikan informasi yang valid dan edukatif kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pengurus ORARI Lokal Ogan Ilir, Abdul Salam, mendorong keterlibatan anak muda dalam kegiatan radio amatir.
“Di bawah kepemimpinan Bapak H. Muhsin Abdullah, kami mendorong agar radio ini juga menjadi salah satu saluran bagi anak muda dalam mendapatkan informasi,” kata Salam.
Ia berharap anak muda semakin mengenal kegiatan keamatiran radio sehingga organisasi ini dapat berkembang seiring perkembangan teknologi komunikasi.
Rakerda ORARI Sumsel ini menjadi forum untuk menyusun program kerja organisasi selama setahun ke depan, termasuk strategi penguatan SDM dan sosialisasi ke sekolah serta komunitas (01).







