INIDIANEWS.COM-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.menyempatkan waktunya mengunjungi SMAN 1 Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis 22 Januari 2026.
Kunjungan Abdul Mu’ti usai menghadiri Puncak HUT Ke-42 BPMP (Balai Penjamin Mutu Pendidikan) Sumsel di Indralaya Kabupaten Ogan Ilir .
Turut menyambut kedatangan Mendikdasmen, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Hj Mondyaboni SE SKom, MSi, MPd, Pj Sekda Ogan Ilir Dicky Syailendra, Kepala SMAN 1 Indralaya Pudyo Laksono SPd, MPd, para Kepala SMA dan SMK se Provinsi Sumsel, Dewan Guru dan para siswa SMAN 1 Indralaya.

Kepala SMAN 1 Indralaya Pudyo Laksono SPd, MPd mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan Mendikdasmen Abdul Mu’ti yag telah memberikan bantuan revitalisasi dan papan interaktif, laptop dan bantuan lainnya .
“Bantuan yang diberikan sangat dinikmati dan nyaman dan bermanfaat sehingga para siswa sangat aktif dalam proses pembelajaran, ada sebanyak 47 sekolah yang mereka menerima revitalisasi,’’katanya Pudyo Laksono.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Hj Mondyaboni ,sangat mengapresiasi atas kedatangan Mendikdasmen Abdul Mu’ti kesalah satu SMAN di Provinsi Sumsel, yakni SMAN 1 Indralaya.

‘’Kami mengucapkan juga terima kasih yang luar biasa atas bantuan Mendikdasmen kepada 47 sekolah mulai dari jenjang Pendidikan SD, SMP dan SMA -SMK termasuk SLB menerima bantuan revitalisasi , dan bantuan lainnya seperti digitalisasi, PIP (Program Indonesia Pintar) , termasuk bantuan untuk peningkatan kapasitas guru dan siswa,’’ucapnya
Sementara dalam arahan dan suppornya Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, bahwa di era globaliasi dan era Disrupsi yang ditandai dengan dunia semakin dekat antara satu dengan lainnya , meski secara geografis jaraknya cukup jauh.

Dan duniapun terjadi antar interkoneksi, meski antar bangsa berbeda politi, Budaya, dan ekonominya. Didalam sebuah buku dengan judulnya New Power, yakni kekuatan baru.
“Dalam buku tersebut menulis ,mereka yang digdaya, mereka hebat adalah mereka yang mempunyai kemampuan jejaring seluas seluasnya dan sekuat-kuatnya untuk semua kalangan, dengan Network merupakan kunci bisa menggenggam dunia, tapi semua itu harus mampu menguasainya ,’’terang Abdul Mu’ti.
Oleh sebab itu, agar bisa menggenggam dunia, ada tiga kata kunci yang harus dilakukan oleh para siswa sebagai penerus bangsa yakni harus memiliki 3 L.

Pertama menjadi anak yang knowledgeable yakni serba tahu, wawasan luas, mempunyai kemauan dan kemampuan yang tinggi.
Kedua anak yang Kapabel, yakni anak yang serba bisa , terampil menguasai jenis keterampilan . dan yang ketiga ,jadilah anak yang hamble , yakni rendah hati, budi pekerti yang baik sesuai dengan ajaran Islam yakni Akhlakul Karimah,yakni akhlak yang mulia dan terpuji,’’Bila ketiga kata kunci di kuasai, maka kita bisa menggenggam dunia,’’tegasnya (01)







