INIDIANEWS.COM– Mahakarya dilahirkan oleh Institut Agama Islam Al-Qur’an Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yakni sebuah Perpustakaan Digital Al-Quran Al-Ittifaqiah.
Launching Perpustakaan Digital Al-Quran, berlangsung Kamis 14 Agustus 2025 di Kampus A Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaqiah (PPI) bersamaan launching Buku “Memimpin Pesantren Mendunia,’’Karya Mudir Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya, Drs Kh Mudrik Qori MA, yang tepat hari ini Kamis 14 Agustus 2025 merupakan hari kelahirannya genap berusia 62 tahun.
Tidak heran, disela-sela Launching Perpustakaan Digital Al-Quran Al-Ittifaqiah diwarnai acara pemotongan nasi tumpeng atas ultah Kh Mudik Qori. Ucapan keberkahan atas bertambah usia dan tetap diberikan kesehatan serta umur yang panjang disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Ogan Ilir H Ardani SH, MH, H M Zaki Aslam SIP MSI Kepala Perpustakan Provinsi Sumsel.

Turut hadir juga Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Ogan Ilir, dr Hj Siska Susanti MKes, AKP Ilham mewakili Kapolres Ogan Ilir, dan para undangan lainnya, serta ratusan Mahasiswa IAIQI turut menyaksikan.
Wabup Ogan Ilir H Ardani mewakili Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar mengapresiasi dan rasa bangga atas di launchingnya Perpustakaan Digital Al-Quran Al-Ittifaqiah.
“Luar biasa dan rasa bangga untuk kita semua,karena perpustakaan digital Al-Quran ini bukan hanya untuk santri, mahasiswa IAIQI Saja, tapi bisa diaskes oleh seluruh lapisan masyarakat didunia, inilah sumbangsih dan wujud nyata yang diberikan oleh Ponpes Al-Ittifiqah, kita siap ikut mensosialisasikan Perpustakaan Digital Al-Quran, di moment acara penting, termasuk pada HUT ke 80 RI ini,’’kata Wabup H Ardani.
Kepala Perpustakaan Provinsi Sumsel H M Zaki Aslam SIP MSi mewakili Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, sebuah inovasi yang dilahirkan oleh Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya, melaunching Perpustakaan Digital Al-Quran Al-Ittifaqiah .

“Apalagi dalam laporan tadi disebutkan sudah ada 37 ribu judul buku di Perpustakaan Digital Al-Quran, sebuah visioner yang semakin dekat dihati dan pikiran untuk umat islam,’’kata M Zaki Aslam.
Dengan telah dilaunchingnya Perpustakaan Digital Al-Quran tentu nantinya akan menjadi pusat rujukan, pembelajaran dan penelitian dengan akses mudah serta sistem terintegrasi,”Pesantren ini tidak hanya berguna bagi santri tapi untuk seluruh masyarakat umum,’’tutur M Zaki Aslam.
Begitu juga dengan launching buku “Memimpin Pesantren Mendunia’’karya tulisan Kh Mudrik Qori, yang mengisahkan perjalanan spiritual, intelektual dari seorang Mudir Ponpes Al-Ittifaqiah, yang tentunya menjadi bahan kajian dan diskusi buku yang diluncurkan tersebut.
Rektor IAIQI Indralaya Dr. Hj. Muyasaroh, M.Pd.I mengatakan, IAIQI berdiri sejak tahun 2000 dengan mehasiswanya sebanyak 1467 orang terus melakukan inovasinya .
Yakni dengan telah mewujudkan Perpustakaan Digital Al-Quraan Al-Ittifaqiah, yang tentu pemanfaatannya untuk dunia Pendidikan yang akan berdampingan dengan perpustakaan umum lainnya .
“Gagasan inovasi Perpusataan Digital Al-Quran ini sudah lama di impikan, dan tidak hanya sebatas gagasan, tapi akhrnya bisa diwujudkan,’’katanya.
Dikatakan Hj Muyasaroh , secara internal Perpustakaan Digital Al-Quran ini sudah di launching oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Islam Al-Ittifaqiah sekaligus Mudir Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah.
“Disebuah ruangan ukuran 6×6 meter , monitor besar, 10 monitor lainnya, akses isi Perpustakaan Digita ini Al-Quran bisa diselesaikan, ini berkat kerja keras tim dan dukungan H Cak Ahmadi Toha alias Cak Ateh yang selama 21 tahun mampu menghimpun sebanyak 37 ribu konten judul buku mengenai Alquran di seluruh dunia’’ucapnya.
Mudir Ponpes Al-ttifaqiah Drs Kh Mudrik Qori mengatakan, perpusatakan Digital Al-Quran ini bisa jadi pertama didunia, dan launching yang dilakukan hari ini ada sebanyak 37 ribu judul buku,’’Ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan permulaan,’kata Mudrik Qori.
Mudrik Qori mengatakan, lahirnya Perpustakaan Digital Al-Quran ini dengan inisiator Dr Firdaus, yang berkolaborasi dengan tim lainnya .

“Hebatnya Perpusataan Digital Al-Quran dengan 37 buku ribu ini bisa di terjemahkan oleh bahasa apapun, mau Bahasa Inggris, Jerman, Indonesia, semua bisa diterjemahkan dengan semua Bahasa, kecuali Bahasa hewan,’’terang Mudrik Qori.(01)







