Usai Wabup H Ardani Berkomentar, Pendemo “Bungkam”, Tuntut Kinerja Panca-Ardani di 100 Hari Kerja

inidianews.com-Sepertinya Wakil Bupati Ogan Ilir, H Ardani, SH MH piawai dalam berkomunikasi saat menyambut aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Mahahasiswa Kabupaten Ogan Ilir, berlangsung di Halaman Kantor Bupati Ogan Ilir, Selasa, 3 Juni 2025.

Unjuk rasa yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut ,menuntut untuk mengevaluasi kinerja Panca Wijaya Akbar-Ardani selama 100 hari dalam memimpin Kabupaten Ogan Ilir.

Dihadapan sekitar dari 50 mahasiswa tersebut, Wabup H Ardani yang didampingi Asisten I Pemkab Ogan Ilir Dickcy Syailendra mampu menjawab dan menjelaskan hingga membeberkan semua program yang telah dilaksanakan dalam rangka 100 kerja .

“Selama tiga bulan pertama ini, Kami telah melaksanakan pasar murah dan operasi pasar untuk masyarakat,” kata Wabup H Ardani mengawali penjelasannya .

Dikatakannya, pasar murah dan operasi pasar ini yang dilaksanakan , dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak mampu.

“Pasar murah dan operasi pasar ini, telah kami laksanakan di 16 kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir,” tuturnya.
Selanjutnya, Pemkab Ogan Ilir juga telah melaksanakan program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu , dimana target 40 rumah di 100 hari kerja, ternyata mampu direalisasikan 50 rumah.

“Pemkab Ogan Ilir juga sudah menyelesaikan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembentukan Koperasi Merah Putih, untuk mendukung program Pemerintah Indonesia,”lanjutnya .

Tidak hanya sebatas itu saja, Wabup H Ardani juga menjelaskan angka kemiskinan di Ogan Ilir mengalami penurunan dari 13,28 persen di 2023 menjadi 12,03 persen di tahun ini.

Selain untuk memperkuat sektor kesehatan dengan melanjutkan program Universal Health Coverage (UHC) bersama BPJS, “MoU Kerjasama dengan BPJS telah kami laksanakan,’’ujarnya

Program ini lanjutnya, untuk menjamin 95 persen warga Ogan Ilir mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara gratis.

Lebih lanjut Wabup H Ardani, untuk memperkuat layanan rumah sakit di RSUD, pihaknya telah menambah peralatan medis, ruang rawat inap, serta menambah 6 dokter umum dan 2 dokter gigi.

“Perlu diketahui pula, saat ini sudah merekrut 980 tenaga PPPK dan 2.200 PPPK paruh waktu. Begitu juga soal infrastruktur jembatan dan ruas jalan desa sedang kami upayakan untuk diperbaiki,”bebernya .

Usai mendengarkan penjelasan dari Wabup H Ardani, para aksi unjuk rasa terkesan “Bungkam” tanpa adanya reaksi kembali.

Padahal sebelum mendengarkan penjelasaan dari Wabup H Ardani, para unjuk rasa berapi-api menyempaikan orasinya dengan berbagai kritikan dan tuntutannya .

Seperti disampaikan Ketua Cabang GMNI Ogan Ilir, Samuel Rio pihaknya menyoroti buruknya kondisi sumber daya manusia (SDM) di Ogan Ilir, kasus kriminalitas, kolusi, nepotisme hingga tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan pemerintahan daerah.

“Kami sangat prihatin dengan kasus PMI (Palang Merah Indonesia) Ogan Ilir. Lembaga semestinya bergerak di bidang kemanusiaan justru terlibat korupsi. Mengapa justru para staf dan ASN biasa yang ditetapkan sebagai tersangka? Ke mana pemeriksaan terhadap pengurus intinya seperti ketua, bendahara, dan sekretaris?” ungkap Aji Rio.

Beberapa mahasiswa lainnya juga menyoroti aktivitas Bupati Panca di media sosial yang dinilai tidak mencerminkan kepemimpinan pro-rakyat.

“Kami banyak melihat unggahan di media social yang bersifat pribadi, seperti kegiatan memasak dan hiburan, ketimbang menyampaikan program kerja,’’imbuhnya (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *